Home > GIS & Remote Sensing > Layout di ArcMap – ArcGIS

Layout di ArcMap – ArcGIS

Layout Peta di ArcGIS

Langsung ke titik tujuannya. Berikut cara membuat layout untuk print.

1. Buka ArcMap dan persiapkanlah tampilan dan susunan layer di Data Frame. Misalkan seperti tampilan dibawah ini.

 

2. Zoom in atau fokuskan ke area yang akan ditampilkan di layout. Misalnya akan layout di sekitar Monas, maka fokuskan ke area tersebut.

3. Pindahkan tampilan dari Data View ke Layout View yaitu dari menu ViewLayout View atau ke tombolnya di bagian kiri bawah (), nomor 2 dari kanan.

4. Aturlah kertasnya.  Misalnya akan diprint di kertas  A4. Klik menu FilePage and Print Setup.

Jika Anda ingin menggunakan panduan langsung dari printer, Anda dapat menggunakan pengaturan sebagai berikut:

  1. Tentukan dan pilih printernya.
  2. Klik Properties untuk pengaturan printernya.
  3. Aktifkan penggunakan setting printer tersebut dengan mencontreng Use Printer Paper Settings.
  4. Klik OK.

Jika Anda tidak ingin menggunakan printer atau akan melakukan setting printer nantinya atau akan menggunakan setting kertas secara umum, Anda dapat menggunakan pengaturan sebagai berikut:

  1. Non aktifkan contreng yang ada di Use Printer Paper Settings.
  2. Pilih ukuran kertas standar. Atau Anda dapat memilih Custom dan menentukan sendiri ukuran kertas dengan mengisikan Width dan Height –nya.
  3. Klik OK.

Beberapa contoh indikasi objek dalam kertas:

5. Tentukan skala peta. Anda dapat memilihnya dari daftar yang tersedia atau menentukan dan menuliskan sendiri sesuai kebutuhan.

TIPS:

Ada beberapa cara untuk mengamankan skala yang sudah Anda tentukan. Yaitu dengan Bookmarks atau dengan Data Frame Properties.

Seperti namanya, fungsi Bookmarks cakupan tampilan yang kita buat. Cara ini dapat mengamankan skala jika ukuran Data Frame sudah kita tentukan dan tidak akan berubah lagi. Cara ini kurang efektif jika ukuran kertasnya kita ubah-ubah, missal dari A4 ke A1. Berikut caranya:

Setelah kita menentukan ukuran Data Frame, posisi dan skala peta yang akan ditampilkan, klik menu BookmarksCreate. Dalam kotak dialog yang muncul, isikan nama bookmark-nya. Dan klik OK.

Jika sewaktu-waktu tampilan dengan sengaja atau tidak sengaja berubah, maka Anda tinggal kembali ke menu Bookmarks – nama bookmark yang telah dibuat. Secara otomatis tampilan data frame akan kembali sesuai bookmark yang dipilih.

Sedangkan dengan menggunakan Data Frame Properties, akan  ada beberapa pilihan sebagai berikut: Automatic, Fixed Scale, atau Fixed Extent.

Automatic adalah pilihan yang akan menyesuaikan tampilan Data Frame sesuai pilihan kita. Dengan kata lain, tampilan akan otomatis menyesuaikan tampikan yang kita pilih, baik skala maupun cakupannya. Fixed Scale adalah pilihan untuk selalu menyesuaikan dan mengunci/mengamankan skala yang kita tentukan. Misalnya: kita memilih akan menampilkan peta skala 1:10.000 maka tampilannya tidak akan bisa kita perbesar maupun diperkecil. Fixed Extent adalah pilihan untuk selalu menampilkan Data Frame pada batas cakupan tertentu yang telah ditentukan. Misalnya: kita memilih Fixed Extent pada posisi tampilan seluruh area Jakarta maka tool untuk zoom in/out dan pan akan tidak aktif alias tidak bisa digeser maupun dirubah skalanya. Pilihan inilah yang akan mengamankan tampilan peta dalam posisi dan cakupannya. Jika kita ubah ukuran Data Frame, maka skala akan berubah namun cakupan dan posisinya tetap sama.

6. Setelah kita tentukan ukuran kertas dan skalanya, selanjutnya tentukanlah cakupan atau ukuran peta yang akan tampil. Misalnya: dengan setting kertas A4 dan skala 1:10.000, akan kita tampilkan dalam ukuran 17cm x 17cm.

Caranya:

Klik kanan di Data Frame Layout, atau 2x klik atau klik kanan di Data Frame Table Of Contents, sorot dan pilih Properties sehingga muncul kotak dialog Data Frame Properties.

  

Klik/pilih tab Size and Position. Pada grup Size, isikan lebar dan tinggi Data Frame yang akan ditampilkan di tempat isian Width & Height. Klik OK.

7. Setelah kita mendapatkan tampilan dan ukuran Data Frame yang pas, selanjutnya posisikan secara proposional di dalam kertas sesuai rencana layout yang akan dibuat. Misalnya, akan kita letakkan peta utama di sebelah kiri dan sebelah kanan akan kita letakkan elemen peta yang lain.

  

Sebelumnya, posisikan peta utama/Data Frame ditengah-tengah atas bawah. Klik kanan Data Frame – sorot ke Align – aktifkan Align to Margin. Ini berfungsi untuk menyelaraskan objek berdasarkan margin kertas yang digunakan. Kemudian, lakukan lagi klik kanan Data Frame – sorot ke Align lagi – pilih Align Vertical Center. Ini berfungsi untuk mensejajarkan objek ditengah-tengah atas bawah.

Untuk posisi sebelah kiri, berikut triknya. Jarak dari kiri ke frame akan dibuat sama dengan jarak dari bawah ke frame maka kita harus tahu jarak pinggir kertas bawah ke frame yang sudah di sejajarkan sebelumnya. Klik kanan Data Frame – sorot dan klik Properties. Di kotak dialog Data Frame Properties, buka tab Size and Position. Posisikan Anchor Point di sebelah kiri bawah, copy angka Y dan paste-kan di X. Ini artinya jarak dari bawah sama dengan jarak dari kiri. Klik OK.

8. Ukuran dan posisi frame sudah diatur, selanjutnya membuat grid koordinat.

Buka kotak dialog Data Frame Properties (klik kanan di Data Frame – pilih Properties), posisikan di tab Grids. Klik New Grid.

Pilih tipe grid yang akan dibuat, biasanya jika proyeksi koordianat menggunakan degree/LatLong maka pilihlah graticule jika proyeksi UTM maka pilihlah measured grid. Klik Next. Tahap selanjutnya mulai create grid, yaitu menentukan tampilan grid dan intervalnya. Jika kita sudah yakin akan interval yang diinginkan, silahkan isikan. Bisa langsung klik Next. Di Axes and labels, saya pribadi lebih suka langsung klik Next dan akan saya sesuaikan lagi (edit) nanti. Yang terakhir, Create a graticule (grid), disini yang perlu saya pastikan adalah Graticule Properties di pilihan Store as a fixed grid that updates with changes to the data frame. Lainnya akan saya sesuaikan lagi nanti setelah melihat hasilnya. Klik Finish.

Silahkan lihat hasilnya. Jika menurut kita belum sesuai kebutuhan, dapat kita ubah atur lagi tampilan grid tersebut supaya lebih sempurna. Misalnya: intervalnya kurang rapat, atau huruh label grid kurang jelas, atau garis grid ganti warna. Untuk ini, buka kembali Data Frame Properties – tab Grids.

Dari list nama grid yang ada, pilihlah dan klik Properties. Dalam contoh ini, akan saya lakukan perubahan pada label grid dan interval. Label grid sebelah kanan dan kiri diputar tegak lurus dan interval dibuat lebih rapat. Klik tab Labels, di bagian Label Orintation (bawah) contreng pilihan kanan dan kiri (Right & Left). Klik tab Intervals, di bagian Interval ganti angka derajat/menit/detik sesuai kebutuhan, dalam contoh ini diganti dari 30’ menjadi 10’. Klik OK.

Begitulah sebagain catatan tentang membuat layout di ArcGis. Masih ada bagaian lain tentang layout yang belum tercatat, antara lain: menampilkan skala angka dan skala batang, membuat legenda, utara, dsb. Elemen lain layout tersebut akan saya catat di lembar yang lain, suatu saat nanti.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: